Senin, 24 Juli 2017

Hafalan Al-Quran, Apa Kabar?



Saya sangat bersyukur selalu berada dalam lingkungan yang baik, keluarga yang baik, dan teman-teman yang baik. Bapak ibu saya selalu mengarahkan bahwa pendidikan agama itu adalah nomor satu. Sebelum jadi apapun, fahamilah dulu agama. Kurang lebih begitu. Ketika bapak saya menyekolahkan saya ke pesantren, Beliau tidak mengharuskan saya untuk jadi kyai atau ustadz, tapi mengharuskan saya jadi orang baik sebagai apapun gelar dan profesi saya kelak. Salah satu cara untuk menjadi muslim ideal adalah memiliki hafalan Al-Quran dan jelas selanjutnya untuk memahami dan mengamalkannya.

Minggu, 19 Februari 2017

Ada Jakarta di Libya

Penampakan Kota Tripoli, Libya dari atas gedung KBRI Tripoli
Saat saya mulai menulis tulisan ini, posisi saya sedang berada di gedung KBRI Tripoli, Libya. Saya sedang mendapat tugas untuk dinas selama sebulan di Tripoli, karena KBRI Tripoli sekarang relokasi sementara di Djerba, Tunisia.

Jumat, 09 Desember 2016

Tunisia, I’m coming!


Tanggal 28 Oktober 2016 sepertinya akan menjadi hari yang bersejarah buat saya. Pada hari sumpah pemuda ini, untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Negara tujuan saya adalah Tunisia, benua Afrika. Saya berangkat ke Negara tersebut untuk menjadi staff di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Libya yang sebenarnya bertempat di Tripoli, tapi karena di sana sedang tidak stabil, maka KBRI direlokasi sementara ke Kepulauan Djerba, Tunisia.

Jumat, 25 November 2016

Alangkah Indahnya Menjadi Guru

Profesi Guru selalu terkesan siap jadi relawan, tidak kaya, sederhana, tidak prestisius. apakah iya?
Guru itu harus jadi profesi atau jadi ladang amal?
Adakah guru profesional?
Apakah pendapatan guru bisa disebut profesional?
Apakah bisa profesi guru hanya sebagai passion, dengan niatan sedekah bukan mencari materi. Dan mendapat materi dari profesi lain? 
Jika tidak bisa, apakah profesi guru secara umum sudah bisa menjadi profesi yang mencukupi?

** Sambil baca, boleh mainkan ini! **

Selasa, 15 November 2016

Antara Roti O dan Kamu

Dunia perkeretaapian di Indonesia sudah banyak berbenah sejak beberapa tahun ke belakang. Seingat saya sih sejak Pak Jonan memimpin PT. KAI (kereta Api Indonesia) dengan sangat ciamik. Sekarang Pak Jonan sudah menjadi menteri Perhubungan. (ketika saya menulis blog ini)

Pembenahan perkeretaapian secara menyeluruh tersebut membuat stasiun-stasiun kereta api menjadi terasa lebih 'homey' dengan beberapa hal, di antaranya dengan didisiplinkannya pedagang asongan untuk tidak masuk stasiun dan gerbong kereta. Saya secara pribadi sangat setuju dengan pendisiplinan ini. Stasiun lebih lebih bersih dan lebih rapih. Dan keamanan di gerbong kereta pun lebih tenang dan nyaman. Tidak ada lagi mendengar orang-orang teriak jualan dan merangsek seenaknya di antara penuhnya penumpang. Aduh kok jadi ngomongin kereta, padahal mau ngomongin Roti O. 

Senin, 14 November 2016

How to Fix "Unfortunately, ASUS Calling Screen has Stopped"

I've got trouble with my Asus Zenfone Pegasus 3. I've tried many things to fix it. I've tried to restart the phone, tried to update all apps in it, i tried to update firmware, and bla--blaa--blaa-- but null until several weeks my asus just used for recording video and browsing sometime if i got free wifi.

Jumat, 09 September 2016

Tentang 8Beats dan Indahnya menjadi Guru dengan Cinta




8Beats adalah nama kelas 8 Insan Cendekia Madani tahun 2015-2016 yang mana saya adalah wali kelas mereka. Selama setahun bersama mereka meninggalkan banyak kenangan, kenangan pahit dan kenangan manis tentunya.

Sepahit-pahitnya kenangan bersama anak-anak murid, kalau diingat-ingat lagi selalu saja 'ngangenin'. Senakal-nakalnya anak murid tetaplah mereka adalah murid kita. Ketika anak terlalu nakal bukanlah benci yang ada, melainkan sedih, dan muncul pertanyaan-pertanyaan "apakah saya sudah benar dalam mendidik mereka?" dsb.

Saya anggap mereka seperti adik saya sendiri. Saya cenderung cuek ke anak-anak tapi sebenarnya saya sangat menyayangi merekaa...jiaahhhh *ini serius loh, gak bercanda.. hehe

Itu, saja, pesan saya "beruntunglah anda yang pernah menjadi guru dan sedang berprofesi sebagai guru dengan penuh cinta"

:)

Selasa, 31 Mei 2016

Sabda Bunda…

(Karya : Taufiq Akbar Sanusiputra)

Di tanah ini aku bermula..
aku mulai mengeja petik demi petik sabda..
Sabda, petuah bunda nan penuh cinta…
Sabda, dengan lisan penghuni nusantara..
Sabda lisan berbahasa Indonesia..

Hingga selaksa waktu berlalu..
Aku tumbuh ..
Aku bersinar…
Aku kian menjadi aku..
Lisan sabda bunda mulai distorsi..

Samar-samar, aku terhanyut dengan sabda  mereka yang berambut pirang..
Aku lupa cara mengeja sabda bundaku yang indah itu..
Lupa selupa-lupanya…
Maka pada detik ini, kupikir saatnya berhenti..
Aku kembali pada sabda bundaku…
Sabda berbahasa Indonesia….



*entah ini bisa disebut puisi atau prosa, tapi pada pekan bahasa di Sekolah Insan Cendekia Madani dibawakan oleh anak-anak murid saya dan mendapat juara 2 se-SMP ICM. 



Minggu, 15 Mei 2016

Yeaayy! I can swim..

Betapa nikmatnya berenang. Melayang-layang di dalam air.
 
Awalnya saya selalu merasa takut, panik, nafas terburu-buru hingga akhirnya air masuk ke mulut dan terminum. Mual dan muntah. 

Alhamdulillah, hari ini kemampuan berenang saya meningkat tajam. Setelah 2 hari berturut-turut memaksakan diri berenang di kolam renang dengan kedalaman 2,5 meter. Meskipun saya masih kategori amatir. Hari kemarin beberapa kali minum air kolam secara tidak sengaja karena panik. Tapi tak apa. Intinya harus bisa. InsyaAllah ini juga dalam rangka ibadah. 

Kamis, 12 Mei 2016

Sudah Setahun Kebersamaan Kita


Aku masih sangat ingat ketika saat-saat awal kebersamaan kita. Melewati jalanan Ciampea yang tidak terlalu apik. Kita belum seakur dan seakrab sekarang.


 "Be good. Be my friend. Be my partner. Come on!" Berulang-ulang kuucapkan.

Senang tapi juga panik. Khawatir kau tidak rela membersamaiku. Khawatir Kau berontak, berhenti berlari. Khawatir juga Kau berontak, berlari membabi buta tak peduli padaku. Aku saat itu panik bukan main. 

Selasa, 08 Maret 2016

Nikahan Pak Great, Semarang dan sekitarnya


Pada 30-31 October 2015 lalu saya dan teman-teman bersafar ke Kota Semarang untuk menghadiri resepsi pernikahan sahabat kami, Pak Great Ahmad Shiddiq Wibowo. Pertama kali ke Semarang dan saya merasa terkesan. Semarang termasuk kota yang keren, banyak tempat-tempat buat nongkrongnya, tapi karena keterbatasan waktu, saya dan teman-teman cuma ke resepsi, penginapan, dan muter-muter Simpang Lima aja. 

Keesokan harinya, sambil menuju pulang, kami memutar ke arah Pekalongan, ke tempat Pak Arifin. Ternyata jalan menuju tempat tinggal Pak Arifin sama seperti perjalanan ke gunung-gunung, jalan menanjak, dingin, dan pemandangannya aduhai. 

Yang ingin tahu rangkuman ceritanya secara audio visual, silakan nonton video YouTube-nya. Terima kasih...:)

Rabu, 02 Maret 2016

Hujan di Selatan Jakarta

Sebelum baca, bagusnya sambil dengerin lagu ini deh, biar syahdu. 

Tak terasa sudah setahun kerja di Serpong dan sekitar sepuluh bulan meninggalkan Jakarta Selatan. 

Ada perasaan rindu yg menggelayut erat terhadap kota ini. Rindu pada ruas-ruas jalan yang sering terlewati. Rindu pada sevel (7 eleven) Cilandak dan Setu Babakan yang biasa menjadi tempat saya nongkrong sambil menulis. 


Selasa, 23 Februari 2016

Kiat-kiat Untuk Menambah Rezeki - Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA.

1. Syukur kepada Allah

2. Perbanyak Shodaqoh

3. Dahulukan akhirat dari dunia & menikmati yg halal & thoyib 

4. Perbanyak Istighfar

5. Taqwa kepada Allah

Selasa, 09 Februari 2016

Makna Sebuah Paspor- Rhenald Kasali


Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya  kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.".

Urinoir di Kedutaan Jepang

Rabu, 27 Januari 2016, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kedubes Jepang di Jakarta, yang mana sebelumnya saya hanya bisa lewat tanpa tahu bagaimana bentuk isi di dalamnya. 

foto legal: boneka yang saya pegang itu namanya Boneka Daruma (Daruma Ningyou) 
Boneka Daruma yang dikenal dengan boneka Dharma menggambarkan pendeta Bodhidharma yang menegakkan dan menjadi patriarki pertama Zen sekitar 1500 tahun lalu. Boneka Daruma ini berbentuk seperti bola dengan badan berwarna merah (pada umumnya) tetapi ada juga yang berwarna kuning, hijau, atau putih dan berwajah putih tanpa biji mata.Boneka Daruma merupakan ajimat untuk membawa keberuntungan dan ketabahan untuk meraih tujuan yang dicita-citakan. Dilukiskan pada mata sebelah kiri ketika membuat cita-cita atau harapan, dan dilukiskan di mata yang satunya lagi apabila cita-cita atau harapan tersebut telah terpenuhi

Sabtu, 06 Februari 2016

Cerita dalam Almanak #6: Sampai jumpa di Al-Aqsha!

sebelumnya

Almanak 2015
Di akhir Januari 2015 dengan penuh semangat saya mengikuti sebuah pelatihan Public Speaking yang dilaksanakan di Kota Bunga, Puncak, Cianjur, selama 2 hari. Saya bersemangat bukan hanya karena pelatihannya gratis, tapi lebih karena pelatihan ini langsung ditangani oleh Syaikh Abdullah Al-Baabithin yang didatangkan langsung dari Riyadh, Saudi Arabia. Beliau adalah penulis dari buku “limaadza nakhsya al-ilqa?” (Baca: Kenapa takut pidato?), yang mana buku tersebut adalah referensi utama skripsi saya pada tahun 2013 lalu. Sebuah takdir yang sangat membahagiakan. Alhamdulillah.
Syaikh Al-Baabithiin

Cerita dalam Almanak #5: Masa-Masa Penuh Hikmah

Sebelumnya

Almanak 2014
Ketika petasan dan kembang api meledak-ledak pada permulaan tahun 2014, saya lebih memilih tidur di kosan termahal yang pernah saya sewa. Harga Rp750.000 untuk sebuah kosan adalah harga yang cukup tinggi bagi saya, sendirian.

Jadi, setelah saya mengundurkan diri dari boarding, saya langsung mencari kosan di sekitar Ragunan. Saya beberapa hari tinggal di sana sambil mempersiapkan diri untuk berangkat ke Kediri, Jawa Timur untuk belajar bahasa Inggris intensif di sana, persiapan untuk tes TOEFL dengan target skor minimal 525 untuk persyaratan untuk mendaftar MetroTV.

Cerita pada tahun ini pernah saya tulis detail di blog saya dengan judul The Dauntless October. Silahkan dibaca jika berkenan. Kesimpulannya, pada tahun ini saya mengalami banyak pengalaman, dari yang manis hingga yang pahit.  Tes TOEFL yang aduhai, tes S2 UI yang belum berhasil, tes-tes kerja yang juga belum berhasil dan lain sebagainya.
Tanda Parkiran FIB UI

Cerita dalam Almanak #4: Buah Silaturahmi

Sebelumnya

Almanak 2013
Pada tahun ini saya mendapat kesempatan buat naik gunung Salak, Bogor, setelah lama tidak naik gunung apapun. Pertama naik gunung adalah ketika kelas 2 SMP sekitar tahun 2003 bersama teman-teman pasukan khusus pramuka Al-Hidayah. Setelah itu tahun 2011 ke gunung Galunggung, tapi Galunggung lebih mirip bukit daripada gunung, waktu itu saya dan teman-teman bawa mobil sampai dasar anak tangga Galunggung.
Berbasah-basah di Gunung Salak

Jumat, 05 Februari 2016

Cerita dalam Almanak #3: Tidak Jadi Kiamat

sebelumnya

Almanak 2012
Tahun ini saya lulus program Ta’lim Takmili di LIPIA dengan predikat Jayyid Jiddan (baca: Baik Sekali) dengan nilai rata-rata 83. Dengan kuliah di dua kampus, Alhamdulillah masih bisa mendapat nilai Jayyid Jiddan. Dan saya masuk tingkat selanjutnya di LIPIA, yaitu masuk program S1 dengan jurusan Ilmu Syariah yang akan ditempuh selama 8 semester. Untuk masuk level ini tentunya saya harus mengikuti tes dikarenakan rata-rata nilai saya di bawah 90 poin. Senang rasanya bisa masuk level syariah, bahagia sekali. Besar harapan untuk menempuh program syariah sampai lulus.

di pedalaman suku Baduy, Banten

Cerita dalam Almanak #2: Pencarian Jati Diri

sebelumnya

Almanak 2010
 Setelah memasuki semester 3 I’dad lughawi di LIPIA, saya sudah bisa beradaptasi dengan Jakarta, dan tahun ini adalah masa-masanya saya semangat kuliah, ikut organisasi, jadi panitia acara, aktif ikut seminar di kampus-kampus, setoran Al-Quran di masjid Al-Ikhlas Jatipadang, dan pada tahun ini saya sedang sering-seringnya berkunjung ke daerah Pasar Senen atau Kwitang untuk mencari buku murah.

Salah satu cita-cita saya dulu adalah bisa kuliah di Timur Tengah, yaitu di Universitas Al-Azhar, Cairo atau di Universitas Islam Madinah (disingkat UIM), Saudi Arabia. Pada waktu itu saya sempat ikut seleksi untuk beasiswa kuliah di Al-Azhar yang diselenggarakan oleh kedutaan Republic Arab Mesir di Jakarta. Tes tulis dan wawancara langsung dengan syaikh-syaikh dari Al-Azhar, Kairo. Saya juga pernah ikut daurah (baca: pelatihan) di Gontor yang diselenggarakan oleh UIM dan dilanjutkan dengan muqobalah (baca: wawancara) untuk beasiswa di UIM. Dan walhasil saya belum lulus untuk Universitas Al-Azhar ataupun UIM. Akhirnya setelah itu saya memutuskan untuk focus di Indonesia. Mencoba untuk tidak kecewa, mungkin ini memang yang terbaik.  



Catatan dalam Almanak #1: Petuah Sang Kyai

Catatan dalam Almanak
Bulan Januari 2016 sudah lewat. Beberapa pekan yang lalu seperti biasa hingar bingar mereka yang menganggap perlu merayakan pergantian tahun. Sampai saat ini saya belum mendapatkan alasan yang pas kenapa tahun baru harus dirayakan. Saya sedang tidak ingin membahas tentang hukum merayakan tahun baru. Saya hanya ingin menerawang ke belakang dalam rangka refleksi dan introspeksi tentang banyak hal yang terjadi tiap tahun pada beberapa tahun terakhir. Pasti kita melalui hal-hal yang berbeda pada tiap tahun yang kita lewati. Barangkali kita bisa mendapat pelajaran barang sedikit. Setidaknya yang akan saya tulis adalah masa-masa setelah saya lulus pesantren. Mari kita mulai!

Senin, 03 Agustus 2015

Mencari Cinta di Surya Kencana (2): Kandang Badak

Setelah shalat subuh kami langsung memastikan kelengkapan barang-barang. Saya beli air mineral di warung Mang Idi. Setelah itu langsung sarapan yang menunya mirip menu makan siang. Biar kuat nanjak. 

Setelah semuanya beres, Bismillah, kami siap berangkat. Keluar dari markas Mang Idi, ternyata Mang Idi, yang punya warung sudah berdiri di depan kami. Laki-laki tua itu masih menggunakan pakaian yang digunakan ketika shalat subuh tadi. Bawahan sarung, atasan baju koko, peci hitam di kepala, dan surban membungkus punggung dan kedua pundaknya. Tiba-tiba beliau menyalami kami satu persatu sambil mengucapkan beberapa kalimat, kurang lebih seperti ini: 

"Selamat jalan, hati-hati di perjalanan. Semoga kembali dengan selamat!" 

Setelah mendengar kata-kata dari Mang Idi tersebut, saya mulai merasa bahwa perjalanan ini semakin tampak sakral, menantang, penuh bahaya. Setelah semua bersalaman dengan Mang Idi, kami semua berkumpul membuat lingkaran, dan berdoa. Serius. Hening. Penuh harap. Penuh rasa antusias untuk berpetualang dan pulang kembali dengan kepuasan. 

Doa yang serius itupun usai, dan kita akhirnya berfoto bergantian. dan tidak lupa selfie *dasar alay.

Rabu, 10 Juni 2015

Mencari Cinta di Surya Kencana (1): Saung Mang Idi

Setelah terakhir kali naek gunung pada tahun 2012 ke gunung Salak, akhirnya pada tahun ini bisa naek lagi. kali ini tujuannya adalah Gunung Gede pangrango, Jawa Barat. Alhamdulillah perjalanan memuaskan. Dimulai dari rencana dadakan dengan teman-teman kerja, dilanjutkan dengan rasa antusias dan rasa rindu pada alam liar. Setelah mempersiapkan perlengkapan, ransel 70 Liter, kupluk, sarung tangan, jacket (punya sendiri), tenda (sewa 40ribu rupiah perhari), matras, sepatu gunung, head lamp (pinjam dari teman pendaki). Adapun nesting, kompor dll. ada teman yang bawa.

Akhirnya fix pada hari Jumat, 5 Juni, setelah seharian sibuk rapat di tempat kerja. Jam 20.30 kami berempat (Saya, Arifin, Tedi, dan Toni) dengan backpack masing-masing seakan ingin "kabur" dari rutinitas dan langsung memaksa supir taksi yang lagi begong di seberang jalan Ciater, Serpong untuk memutar arah ke arah kami dan selanjutnya menuju pintu tol ke arah terminal bus Kampung Rambutan.

Setelah sampai Kampung Rambutan, kami bertemu dengan dua teman lain, Riza dan Ikhwan (sahabat Tedi ketika kuliah dulu, tapi mereka sudah menikah dan Tedi belum,) ups!

Sekitar pukul 22.00, dari kampung Rambutan kami bertolak menuju Cibodas, Bogor menggunakan bus tujuan Cianjur. Dan sekitar jam 12.00an sampailah di pertigaan Cimacan. Setelah  ngobrak ngabrik Alfa*art buat nyari ganti jas hujan saya yang ketinggalan di jok motor, dan jajan cilok panas, kita berangkat ke Cibodas dengan angkot setempat. Setelah beberapa menit perjalanan angkot yang menanjak akhirnya kami sampai di markas Mang Idi, sebuah warung makan yang dilengkapi tempat lesehan-lesehan untuk para pendaki beristirahat gitu. Sangat membantu para pendaki. Setelah ngobrol-ngobrol dan ngebanyol sekitar 01.30an kami semua tertidur. Beralas karpet hijau mang Idi, dan berbantalkan ransel. tewas, lelap dalam dingin.

Dalam kondisi setengah sadar saya merasakan cuaca semakin dingin, dan terdengar suara kakek-kakek, aneh, berisik, sepertinya berbahasa sunda. Semakin sadar, saya akhirnya mengerti, ternyata itu suara kakek-kakek sedang melantunkan semacam salawatan sebelum subuh di mushola terdekat. Kami satu persatu bangun. Melawan rasa dingin dan shalat subuh.

Bakda Subuh, kami siap untuk perjalanan yang tak biasa. bukan hanya sekedar naik terus turun. tapi ini lebih tentang siapa dan seperti apakah sejatinya kami.



dari kiri: Tedi, Ikhwan, Riza, Toni, Arifin (FYI: they are all scientists, only me the linguist dan gue yang motret:)) ini gak jauh dari Warung Mang Idi. 

dari kiri: arifin, toni, gue, ikhwan, tedi, (yup, riza yang motret)

to be continued....



Selasa, 24 Maret 2015

The Dauntless October: Pengangguran dan segala ceritanya


Melanjutkan cerita kemarin tentang kesibukan gue (lebih tepatnya kesoksibukan gue), - di postingan kali ini dengan kata ganti 'gue'- kemarin udah ditulis tentang proses penulisan buku #ArabicFirstID yang belum terbit sampe hari ini.

Hari ini gue mau tulis tentang hal lain lagi yang gak penting-penting amat buat dibaca sebenarnya, :)

The Dauntless October: Pengangguran in Action.

Selama bulan oktober 2014, gue banyak melakukan hal-hal yang berani. Memang perlu diketahui selama tahun 2014 gue banyak melakukan hal-hal berani, hal-hal baru yang belum gue lakukan sebelumnya, penuh dengan harapan, obsesi dan angan-angan (baca: nganggur). #khanmaen

Jadi gini, gue sidang skripsi bulan Agustus 2013 (bulan puasa) dan wisuda pada bulan Desembernya. Pada awal September (setelah lebaran) gue mulai mengajar paruh waktu di sebuah lembaga berbasis komunitas di Cinere, Depok (sekarang pindah ke Ciganjur, Jagakarsa – Jaksel). Setelah kerja di sana gue tidak perlu bayar kos-kosan lagi, tidak usah ke warteg lagi, intinya kebutuhan dasar udah terpenuhi.

Rabu, 11 Maret 2015

First Post in 2015 - about my unpublished book :)

!hola! el mundo! ahlan wa sahlan! bonjour! buenos dias!

kawan-kawan, maafkan hamba yang malas ini! betapa berat rasanya membuka laptop - sambungin ke jaringan wifi - terus menulis blog. akhirnya pada pagi setengah siang ini hamba bisa menulis juga.

anyway, banyak banget yang mau hamba ceritakan tentang perjalanan hidup hamba sejak beberapa bulan lalu. kalo tidak salah terakhir update tulisan sekitar oktober 2014 deh, dan sekarang ternyata sudah 11 maret 2015, omaigad! ya Allah ya Rabbi, it's means sudah setengah tahun gak nulis di blog tercintah ini. hehe

oke oke..baik, ini adalah hal yang ingin hamba bicarakan:

Rabu, 01 Oktober 2014

Penerjemah, Interpreter, dan segala ceritanya

         Sekitar pertengahan September kemarin saya ditawari seorang teman buat jadi relawan penerjemah langsung di lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT Foundation) buat seorang warga Gaza, Palestina yang sedang berada di Indonesia. Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Warga Gaza tersebut bernama Ahmad Yahya Ibrahim Skeik.


Senin, 16 Juni 2014

#ArabicFirstID - daftar link Video Tutorial Bahasa Arab Sehari-hari YouTube

Hello teman-teman!
Alhamdulillah, sejak video pertama diunggah, sampai hari ini saya sudah mengunggah beberapa video pembelajaran bahasa Arab yang insya Allah akan terus bertambah. Prosesnya sederhana, saya sendiri yang rekam dan saya juga yang edit. Jadi apabila masih banyak kekurangan di sana sini saya mohon maklum dan mohon kritik dan sarannya.

Sebenarnya ada juga yang ngasih saran buat shooting di jalanan, semacam terminal bus, halte busway dan sebagainya, saya juga sempet berfikir ke sana tapi karena belum adanya crew dan peralatan yang lengkap jadi saya pilih di rumah aja dulu buat pengambilan gambarnya.Overall, terima kasih untuk saran dan dukungannya.

Buat teman-teman yang belum nonton videonya silahkan dibuka di link berikut:

1. kenapa bahasa Arab itu penting?
http://www.youtube.com/watch?v=U6zSjtX2RJA

2. Kosakata tentang olahraga
http://www.youtube.com/watch?v=szeOMm1vnz0


3. Perkenalan dalam bahasa Arab
http://www.youtube.com/watch?v=fR47hkm5MWA

4. Tegur Sapa dan ucapan Selamat dalam Bahasa Arab
http://www.youtube.com/watch?v=EfivOPxX-VA

5. Gender dalam Bahasa Arab
http://www.youtube.com/watch?v=2v92q_2zMMk

6. Bahasa Arab tentang Piala Dunia / Sepak Bola
    https://www.youtube.com/watch?v=AX29WnFKV6g

7. Bahasa Arab tentang Pemilu
   https://www.youtube.com/watch?v=WZlgeFd2OAQ

8. Bahasa Arab tentang Kata Tunjuk
    https://www.youtube.com/watch?v=8qFMkCfaoVQ

9. Bahasa Arab tentang Kata Ganti Nama / Dhamir
   https://www.youtube.com/watch?v=8brZUtb-5vs

10. Bahasa Arab tentang Kata Kepemilikan
      https://www.youtube.com/watch?v=CDZrF7aNlcQ



Nah, itu dia daftar tautan video-video YouTube saya. Sebenarnya, biar gampang lebih baik SUBSCRIBE aja langsung di YouTube-nya supaya ketika saya unggah video, kalian bisa langsung dapat pemberitahuan melalui email kalian secara otomatis.

Baiklah sekian dulu. Semoga bermanfaat.
Cheerio!!! :)



Kamis, 29 Mei 2014

Postingan Video Pertama di @ArabicFirstID - kenapa Bahasa Arab itu Penting?

Alhamdulillah, tadi pagi saya sudah unggah video pertama saya di Youtube. Di video tersebut saya menampilkan wawancara dengan beberapa murid saya yang ditanya tentang pendapat mereka tentang bahasa Arab, kemudian dilanjutkan dengan poin-poin kenapa bahasa Arab itu penting.

Untuk lebih lengkapnya silahkan cek di link berikut:
https://youtu.be/U6zSjtX2RJA