Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

SEDIKIT TENTANG PASAR SENEN

Gambar
    Metromini P 20 terus melaju melewati taman menteng. Melaju dan terus melaju melewati stasiun Gondangdia, melewati Masjid Istiqlal, Monas dan akhirnya tiba di terminal Pasar Senen. Turun dari Kopaja yang berkarat tanganku pun berubah menjadi bau besi karat.” Tak apa lah nanti juga ku cuci” kataku dalam hati. Hujan sudah reda. Suasana Pasar Senen seperti biasa ramai dan tampak sibuk. Ku berjalan menjauhi Kopaja tua yang tak henti-hentinya membuang gas monoksida hitam dari perutnya, menyebalkan. Dan perutku pun rasanya agak mual, mungkin karena perutku digojlok dalam Kopaja tadi lumayan lama. Air putih dan sepotong roti akhirnya bisa menjadi solusi.   Akhirnya misi mencari buku pun di mulai, ku mulai dari kios buku yang paling dekat, kiosnya hampir mirip kios PKL,cuma bedanya ini isinya buku semua. Penjaga kios tersebut umurnya kira-kira 30 tahunan, berwajah keras tapi melihat pakainnya masih seperti anak muda, ku mengira orang ini pasti gaul.” Ayo mas liat-liat dulu aja!” k

puisi "ada apa dengan cinta?"

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku Kulari ke pantai kemudian teriakku Sepi.. sepi & sendiri aku benci Ingin bingar aku mau di pasar Bosan aku dengan penat Enyah saja kau pekat Seperti berjelaga jika ku sendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramai biar mengaduh sampai gaduh Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok kraton putih Kenapa tak pecahkan saja loncengnya biar terdera Atau aku harus lari ke hutan lalu ke pantai?

KERETA API: ALAT TRANSPORTASI RAKYAT

Jam di ponselku menunjukan pukul 14.18, aku tiba di stasiun Pondok Ranji untuk selanjutnya pulang dengan kereta api arah Rangkasbitung. Setelah ku tanya petugas stasiun ternyata kereta api arah Rangkasbitung akan datang pada pukul 16.00. “ O Em Ji....bisa-bisa gue bulukan nunggu di stasiun...” Akhirnya ku menunggu. Untungnya ponselku ada permainan ularnya. Akhirnya ku habiskan menit-menit di stasiun dengan duduk di kursi tunggu penumpang sambil bermain ular-ularan di ponsel. Sesekali ada kereta lewat ke arah kebayoran yang tak terlalu penuh tapi ku lihat di pintu-pintunya banyak tertumpuk karung-karung berisi daun salam, lengkuas, nangka muda dan lain-lain. Dan secara tidak sengaja ku lihat seorang bapak-bapak yang tampaknya dia adalah seorang kuli angkat atau seorang penjual apa entahlah dia tertidur pulas dengan tak acuhnya di atas tumpukan karung-karung yang tersusun di pintu kereta gerbong paling akhir. Luar biasa. Kenikmatan memang ada di dalam perjuangan. Detik-detik pun menjadi

Masih Tentang Indonesia

Pada suatu hari di negeri antah berantah ada seorang nelayan yang sedang menjala ikan di laut. Hari itu adalah hari yang baik sekali untuk menjala ikan, tanpa badai tanpa hujan. Musim ini memang musim melaut. Tapi tak disangka ketika sang nelayan menarik jala ikannya ia dikesalkan oleh sebuah botol aneh yang menyangkut di jalanya tersebut dan tanpa ikan apapun. Dan haripun mulai agak gelap, akhirnya dengan sangat kesal dia memutuskan beranjat ke pesisir untuk beristirahat lalu pulang. tak lupa dia pun membawa serta botol menyebalkan tadi, untuk laporan pada istrinya bahwa dia hanya mendapatkan botol itu dari laut. Setelah melabuhkan perahu kayu kecilnya si nelayan pun duduk di atas pasir yang hangat dari sisa matahari siang tadi. Iseng-iseng ia pun melihat-lihat apa isi dalam botol menyebalkan tersebut. Botol yang indah, mulut botol tersebut tertutup rapat oleh sebuah kayu kecil berukir indah dan dalamnya kosong tanpa isi. “ ada-ada aja,,udah semua harga pada mahal, melaut pun masih

A QUESTION FOR INDONESIA

Ketika negeri ini begitu rentan dilanda berbagai bencana, diantaranya tsunami di padang, letusan gunung merapi di Jogjakarta dan gempa di wasior, papua. Bersamaan dengan itu negeri ini pun sedang menghadapi banyak bencana dari dimensi lain yang tidak tampak dengan mikroskop atau teleskop, tak bisa diukur dengan skala richter atau thermometer. Tak lain dan tak bukan bencana itu adalah KORUPSI, penyakit akut bangsa ini yang sudah menjangkiti masyarakat Indonesia dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi, dari tingkat TK sampai tingkat perguruan tinggi. Sampai kita bingung untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya terasa semu. Ketika seorang pejabat korup yang kaya raya tertangkap basah korupsi dengan kuantitas ekstra besar sebut saja milyaran rupiah, begitu mudahnya melarikan diri, jalan-jalan, nonton pertandingan tenis di pulau dewata Bali. Ketika yang tertangkap korupsi leluasa tidur di atas dipan empuk di kamar sel yang luas berpendingin lengkap dengan a

Doa Sang Pencinta

Wahai sang pencipta keindahan Sungguh engkau maha pencipta keindahan Aku tak bisa berdusta lagi, aku sungguh hanyut Hanyut mengagumi keindahan ciptaan-Mu Maha suci engkau ya Allah Sang pencipta hawa Salahkah aku mencintai hawa ciptaan-Mu? Dan aku sungguh yakin engkau mengetahui isi hatiku Ya Allah sang pencipta makhluk yang berpasangan Mungkinkah aku berpasangan dengannya? Aku mencintai makhluk-Mu, hamba-Mu, seorang hawa ciptaan-Mu Ya Allah ridhailah pertemuan kami ini selamanya Izinkan aku untuk menjadi imam baginya Izinkan aku menjadi pendamping hidupnya Sebagai imam menuju jalan-Mu Sebagai pendamping untuk bertemu dengan-Mu Maha suci engkau ya Allah Sucikanlah perasaan cinta ini untuknya Aku cinta makhluk-Mu, hamba-Mu, hawa ciptaan-Mu Ya Allah sang maha pencipta cinta Jadikanlah pertemuan kami ini sebagai jalan menuju cinta-Mu Cinta-Mu yang sungguh lebih besar nan lebih indah

Muhasabah Cinta

Wahai Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian darimu Ku pasrahkan semua pada-Mu Tuhan baru ku sadar Indah nikmat sehat itu Tak pandai aku bersyukur Kini ku harapkan cintamu Kata-kata cinta terucap indah Mengalir berzikir di kidung doaku Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku Butir-butir cinta air mataku Teringat semua yang Kau beri untukku Ampuni khilaf dan salah selama ini ya Illahi Muhasabah cintaku Tuhan kuatkan aku Lindungiku dari putus asa Jika ku harus mati, pertemukan aku dengan-Mu (Edcoustic)

Demi Sesuap Nasi

Dimanapun kaki ini berpijak, di kampung atau pun di kota, di utara atau pun di selatan, di barat atau pun timur, selalu ada suatu hal yang rasanya tak pernah lepas dari pandangan. yaitu hal dimana manusia bersandar padanya untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. tidak lain dan tidak bukan itu adalah pekerjaan. banyak sekali jenis pekerjaan yang bisa kita temui. dari yang berat hingga yang ringan dan dari yang halal hingga yang haram. ada yang kerjaannya dorong gerobak tiap hari, mencangkul, memanjat, memaku dan memalu, menggergaji, memahat, berjualan, memasak, mengepel, menyapu, mencuci, menyentrika, memungut sampah, mencabut rumput, mengojek,memotong rambut, menyetir, menulis, mengtung, menggambar, mengajar, mengatur, berdiskusi, membaca dan bahkan banyak pula yang pekerjaan asusila(mencopet, mencuri, merampas, berkorupsi dll.) dan seringkali orang-orang apabila ditanya tentang alasan pekerjaan mereka, mereka menjawab dengan sederhananya "Demi sesuap nasi...". sepintas jawa

Wahai Cinta

Gambar
Wahai Cinta.. Sudah begitu lama kuingin menyapamu.. Berkenalan denganmu dan menjadi sahabatmu.. Begitu lama kumenanti perjumpaan itu.. Tapi barulah kali ini kujumpa denganmu.. Bahagia rasanya walau hanya sekilas.. Setidaknya itu sudah menjadi penawar rinduku.. Rindu yang sungguh terlanjur dalam padamu.. Dalam sekali.. Wahai Cinta.. Masih sudikah kau menyimak kata-kataku?.. Aku ingin mengajukan sebuah permintaan padamu.. Permintaan yang alangkah beruntungnya aku bila ia kau penuhi.. Wahai Cinta.. Hadirlah untukku selamanya..! Kehadiran yg tak disertai kepergian apalagi perpisahan.. Aku ingin tetap bersamamu wahai cinta.. Selamanya..

Maafkan Aku!

Gambar
Malam ini rasanya sepi sekali.. Malam pertama kepulanganku.. Kepulanganku dari mimpi buruk yg begitu lama bagiku.. Tak ingin ku mengulangnya lagi.. Sakit, sepi, tersiksa..dan menyisakan rindu yg amat dalam.. Dalam sekali.. Cukuplah sekali ini saja mimpi buruk itu terjadi.. Aku pun berharap cukuplah ku saja yg mengalaminya.. Tidak usahlah kamu,dia atau mereka.. Cukup menderita ku mengalaminya..